Selasa, 18 Desember 2012

PEMBELAJARAN DI TK


PEMBELAJARAN DI TK


1.Prinsip Belajar

a.Pengertian Belajar
Belajar adalah perubahan serta peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seseorang diberbagai bidang yang terjadi akibat melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungannya. Jika di dalam proses belajar tidak mendapatkan peningkatan kualitas dan kuantitas kemampuan, dapat dikatakan bahwa orang tersebut mengalami kegagalan di dalam proses belajar.

2. Prinsip - Prinsip Belajar Secara Umum

Ada delapan prisip belajar secara umum diantaranya yaitu :
1.      Belajar adalah suatu pengalaman yang terjadi di dalam diri si pelajar yang diaktifkan oleh individu itu sendiri. Proses belajar dikontrol oleh si pelajar sendiri dan bukan oleh si pengajar. Perubahan persepsi pengetahuan, sikap, dan perilaku adalah suatu produk manusia itu sendiri, bukan kekuatan yang dipaksakan kepada individu. Belajar bukan berarti melakukan apa yang dikatakan atau yang diperbuat oleh pengajar saja tetapi suatu proses perubahan yang unik di dalam diri si pelajar sendiri. Oleh karena itu mengajar bukan berarti memaksakan sesuatu terhadap si pelajar tetapi menciptakan iklim atau suasana sehingga si pelajar mau melakukan dengan kemauan sendiri apa yang dikehendaki oleh si pengajar.

2.      Belajar adalah penemuan diri sendiri. Hal ini berarti bahwa belajar adalah proses penggalian ide-ide yang berhubungan dengan diri sendiri dan masyarakat sehingga pelajar dapat menentukan kebutuhan dan tujuan yang akan dicapai. Untuk itu segala sesuatu yang relevan bagi pelajar harus ditemukan oleh pelajar itu sendiri.

3.      Belajar adalah konsekuensi dari pengalaman. Seseorang menjadi bertanggung jawab ketika ia diserahi tanggung jawab. Ia menjadi atau dapat berdiri sendiri bila ia mempunyai pengalaman dan pernah berdiri sendiri. Manusia tidak akan mengubah perilakunya hanya karena seseorang mengatakan kepadanya untuk mengubahnya. Untuk belajar yang efektif tidak cukup jika hanya dengan memberikan informasi saja, tetapi kepada pelajar tersebut perlu diberikan pengalaman.

4.      Belajar adalah proses kerja sama dan kolaborasi. Kerja sama akan memperkuat proses belajar. Manusia pada hakikatnya senang saling bergantung dan saling membantu. Dengan kerja sama, saling berinteraksi dan berdiskusi, di samping memperoleh pengalaman dari orang lain juga dapat mengembangkan pemikiran-pemikiran dan daya kreasi individu.

5.      Belajar adalah proses evolusi, bukan revolusi karena perubahan perilaku memerlukan waktu dan kesabaran. Perubahan perilaku adalah suatu proses yang lama karena memerlukan pemikiran-pemikiran dan pertimbangan orang lain, contoh, dan mungkin pengalaman sebelum menerima atau berprilaku baru. Bagaimanapun menguntungkannya bagi dirinya, belajar akan selalu dirasakan sebagai sesuatu yang tidak mengenakkan dan sangat mengganggu. Untuk itu dalam mengajar hasilnya tidak dapat diperoleh dengan segera dan tidak boleh tergesa-gesa tetapi memerlukan kesabaran dan ketekunan.

6.       Belajar kadang-kadang merupakan suatu proses yang menyakitkan karena menghendaki perubahan kebiasaan yang sangat menyenangkan dan sangat berharga bagi dirinya, bahkan mungkin harus melepaskan sesuatu yang menjadi jalan hidup atau pegangan hidupnya. Untuk itu dalam memperkenalkan hal-hal baru yang menghendaki seseorang berprilaku baru sebaiknya dilakukan tidak secara drastis dan radikal. Harus berhati-hati dan sedikit demi sedikit sehingga individu mau meninggalkan perilaku lama dengan senang hati, tidak menyakitkan hati, dan tidak menimbulkan frustasi
.
7.      Belajar adalah proses emosional dan intelektual. Belajar dipengaruhi oleh keadaan individu atau si pelajar secara keseluruhan. Belajar bukan hanya proses intelektual tetapi emosi juga turut menentukan. Oleh karena itu hasil belajar sangat ditentukan situasi psikologis individu pada saat belajar. Bila seseorang sedang dalam keadaan kalut, murung, frustasi, konflik, dan tidak puas, maka jangan dibawa ke dalam suatu proses belajar.

8.       Belajar bersifat individual dan unik. Setiap orang mempunyai gaya belajar dan keunikan sendiri dalam belajar. Untuk itu pengajar harus menyediakan media belajar yang bermacam-macam sehingga tiap individu dapat memperoleh pengalaman belajar sesuai dengan keunikan dan gaya masing-masing.

Dari prinsip di atas sudah  mencakup situasi proses belajar yang menguntungkan, yang mana mempunyai ciri-ciri komunikasi yang bebas dan terbuka, konfrontasi penerimaan, respek, diakuinya hak untuksalah, kerja sama kolaborasi, saling mengevaluasi, keterlibatan tiap individu, aktif, kepercayaan, dan lainnya.

        I.            Prinsip-Prinsip Pembelajaran di TK
Dalam melaksanakan pembelajaran di TK perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1.      Bermain Sambil Belajar dan Belajar Seraya Bermain
Dunia anak-anak adalah dunia bermain. Bermain merupakan cara yang paling baik untuk mengembangkan kemampuan sesuai kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum.
2.      Pembelajaran Berorientasi pada Perkembangan Anak
Anak TK memiliki karakteristik perkembangan fisik dan psikologis yang khas, yang mencakup aspek Moral & Nilai-nilai Agama, Kognitif, Sosial, Emosional & Kemandirian, Fisik/motorik, Berbahasa dan Seni.
3.      PembelajaranBerorientasi pada KebutuhanAnak.
Anak membutuhkan stimulasi untuk membantu pertumbuhan fisik dan perkembangan psikis secara optimal. Oleh sebab itu, pembelajaran di TK dirancang untuk memenuhi kebutuhan tersebut
4.      Pembelajaran Berpusat Pada Anak
Pembelajaran di TK hendaknya menempatkan anak sebagai subjek pendidikan. Oleh karena itu, semua kegiatan pembelajaran diarahkan atau berpusat pada anak. Dalam pembelajaran yang berpusat pada anak, anak diberi kesempatan untuk menentukan pilihan, mengemukakan pendapat, dan aktif melakukan atau mengalami sendiri. Guru bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator.
5.      Pembelajaran Menggunakan Pendekatan Tematik
Pembelajaran di TK menggunakan pendekatan tematik. Tema sebagai sarana atau wadah untuk mengenalkan berbagai konsep pada anak, menyatukan isi kurikulum dalam satu kesatuan yang utuh, memperkaya perbendaharaan kata anak, dan menjadikan pembelajaran lebih bermakna. Tema dipilih berdasarkan prinsip kedekatan, kesederhanaan, kemenarikan, dan keinsidentalan.
6.      Kegiatan Pembelajaran yang PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan)
Guru hendaknya mampu menciptakan kegiatan-kegiatan yang menarik, yang membangkitkan rasa ingin tahu anak, memotivasi anak untuk berpikir kritis, kreatif, dalam suasana yang menyenangkan.
7.      Pembelajaran Mengembangkan Kecakapan Hidup
Pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan kecakapan hidup. Pengembangan kecakapan hidup dilakukan secara terpadu, baik melalui pembiasaan maupun pengembangan kemampuan dasar.
8.      Pembelajaran Didukung oleh Lingkungan Yang Kondusif
Lingkungan pembelajaran harus menarik dan menyenangkan anak, dengan memperkirakan keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain.
Penataan ruang kelas disesuaikan dengan ruang gerak anak dalam bermain agar anak dapat berinteraksi secara optimal dengan guru dan anak lain.
Pembelajaran hendaknya memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial budaya.s
9.      Pembelajaran yang Demokratis
Pembelajaran yang demokratis memungkinkan terjadinya interaksi yang optimal antara guru dengan anak didik dan antara anak dengan anak untuk mencapai tujuan pembelajaran. Guru dan anak-anak sama-sama berkepentingan untuk menciptakan suasana belajar. Oleh sebab itu, guru hendaknya selalu memberi kesempatan kepada anak kepada anak untuk aktif memberikan reaksi dan memberi tanggapan tanpa merasa takut.
10.  Pembelajaran yang Bermakna
Merupakan suatu proses pembelajaran yang efektif dan membawa pengaruh perubahan terhadap tingkah laku anak didik dalam mencapai kompetensi atau tujuan yang telah dirumuskan. Sehubungan dengan itu maka guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran hendaknya mampu mengembangkan pola interaksi antara berbagai pihak yang terlibat didalamnya
Adapun prinsip tambahan yaitu :
1.      Kedekatan
2.      Kemenarikan

Perlunya menumbuhkan minat dan antusiasme siswa dengan mengemukakan sesuatu yang baru, aneh, kontradiktif atau kompleks. Diharapkan siswa memiliki kepekaan indra untuk merespon (jika siswa merespon dengan baik maka guru telah berhasil menarik daya pikir imajinasi anak ). Contoh : suasana kelas diubah menjadi hutan belantara yang gelap, lampu dimatikan beberapa dekorasi kelas disulap menjadi pohon-pohon. Siswa diharuskan membawa senter, tas ransel dan makanan. Alangkah bagusnya lagi jika diiringi dengan suara2 seperti air yang mengalir, suara harimau, suara monyet dll

3.      Kesederhanaan
Sarana prasarana yang digunakan untuk proses pembelajaran tidak perlu memakan biaya yang sangat banyak, contoh : Untuk membuat latar hutan di kelas, guru bisa membuat beberapa pohon dari karton, beberapa lembar kain yang dijuntaikan (sebagai akar), atau bahkan langsung memindahkan pot-pot tanaman kedalam kelas sebagai deskripsi dari hutan. Untuk suasana gelap guru bisa mematikan lampu kelas dan menutup jendela. Selain itu dramatisasi suara binatang dan air bisa di dapat dari kaset.

4.      Keinsidentilan
 Pengajar mampu mengambil hikmah atas setiap kejadian yang tiba-tiba terjadi dalam proses pembelajaran sehingga bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi siswa. Contoh : Ketika kamping di hutan ada anak yang menangis karena gelap, kejadian insidentil ini harus cepat tanggap di respons oleh guru dengan memberikan pengertian tentang gelap, memasukkan nilai2 agama, moral sehingga kepercayaan diri sang anak tumbuh dan dia berheni menangis.
5.      Kemandirian
Siswa diminta untuk menunjukkan penguasaan materi terhadap pengalaman yang telah dialaminya, contoh : Setelah acara kamping di kelas selesai diadakan, siswa diminta untuk menggambar hutan berdasarkan imaginasi dan informasi yang didapatinya ketika berpetualang bersama guru dan teman-temannya tadi.


      II.            Asas-Asas Pembelajaran di TK

1.      Asas Apersepsi
Kegiatan mental anak dalam mengolah hasil belajar dipengaruhi oleh pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki sebelumnya. Oleh sebab itu, pembelajaran yang dilakukan guru hendaknya memperhatikan pengetahuan dan pengalaman awal agar anak bisa mencapai hasil belajar secara optimal.
2.      Asas Kekongkritan
Melalui interaksi dengan obyek-obyek nyata dan pengalaman kongkrit, pembelajaran perlu menggunakan berbagai media dan sumber belajar agar apa yang dipelajari anak menjadi lebih bermakna, misalnya menggunakan gambar binatang untuk mempelajari binatang, membawa binatang (hidup) kedalam kelas, menggunakan audio visual tentang banjir untuk mempelajari tentang air, dan lain-lain
3.      Asas Motivasi
Belajar akan optimal jika anak memiliki dorongan untuk belajar. Oleh sebab itu pembelajaran hendaknya dirancang sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kemauan anak. Misalnya. Memberi penghargaan kepada anak yang berprestasi dengan pujian atau hadiah; memajang setiap karya anak di kelas; lomba antar kelompok; melibatkan setiap anak pada berbagai kegiatan lomba dan kegiatan TK; melakukan pekan unjuk kemampuan anak
4.      Asas Kemandirian & Asas Kerjasama
Kemandirian dan kerjasama merupakan upaya yang dimaksudkan untuk melatih anak dalam memecahkan masalahnya serta mengembangkan keterampilan sosial . Oleh sebab itu, pembelajaran hendaknya dirancang untuk mengembangkan kemandirian dan ketrampilan sosial anak, misalnya tata cara makan, menggosok gigi, memakai baju, melepas dan memakai sepatu, buang air kecil dan buang air besar, merapikan mainan setelah dipakai, dan lain-lain
5.      Asas Individualisasi
Karena setiap anak itu bersifat unik, berbeda dengan anak yang lain, maka pembelajaran hendaknya memperhatikan perbedaan individu, misalnya perbedaan latar belakang keluarga, perbedaan kemampuan, perbedaan minat, perbedaan gaya belajar, dan lain-lain agar anak mencapai hasil belajar secara optimal.
6.      Asas Korelasi & Asas Belajar Sepanjang Hayat
Korelasi merupakan pengembangan aspek yang satu dengan aspek yang lain saling berkaitan, dan berlangsung sepanjang hayat, dan anak belajar tidak hanya berlangsung di TK tetapi sepanjang hayat anak. Sehingga diupayakan untuk membekali anak agar bisa belajar sepanjang hayat dan mendorong anak selalu ingin dan berusaha kapanpun dan dimanapun.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar